Minggu, 07 Agustus 2016

Harga Dan Cara Pemberian Vaksin Campak 2016

Vaksin Campak . Sebenarnya bayi sudah mendapatkan kekebalan alamiah campak dari ibunya. Namun seiring bertambahnya usia khususnya setelah usia 9 bulan, antibodi dari ibunya semakin menurun sehingga butuh antibodi tambahan lewat pemberian vaksin campak. Apalagi penyakit campak mudah menular, dan mereka yang daya tahan tubuhnya lemah gampang sekali terserang penyakit yang disebabkan virus Morbili ini. Untungnya campak hanya diderita sekali seumur hidup.

Bila seseorang anak terkena campak, setelah itu biasanya tak akan terkena lagi, karena setelah dilakukannya vaksin campak ini Insya Allah aman. Penyakit Campak (measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramixovirus.

Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada. Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya biasanya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

Harga Dan Cara Pemberian Vaksin Campak 2016

Nama Vaksin

Jenis   Vaksin

Harga

Rotarix Mencegah diare karena rotavorus Rp 245.000,-
Synflorif Mencegah infeksi pnemokokus IPD Rp 524 500,-
Infanrif HIB (DPaT-HiB) Mencegah infeksi difteri, Tetanus dan pertusis tanpa demam Rp 385.000
HIB Mencegah infeksi Otak hemofilus Influenza Rp 178.000,-
Infanrif HIB IPV Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis tanpa demam Rp 386.000
Havrix Mencegah infeksi hepatitis A Rp 236.000,-
Avaxim Mencegah infeksi hepatitis A Rp 292.000,-
Avaxim Mencegah infeksi hepatitis A Rp 320.000,-
Varilrix Mencegah infeksi varicela-cacar   air Rp 285.000,-
Engerix B Mencegah infeksi Hepatitis B Rp 65.800
HB Vax Mencegah infeksi Hepatitis B Rp 79.500
Infanrix Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis tanpa demam Rp 287.500
Okavax Mencegah infeksi Varicella-cacar air Rp 363.250
Polio Mencegah infeksi polio Rp 12.500
Pediacel Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis tanpa demam Rp 484.200
Synflorix vaksin Pneumokokus 10 strain Rp 564.900
Prevenar vaksin Pneumokokus 13 strain Rp 765.400
Tetract HIB Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis HiB demam Rp 200.200
Havrix Mencegah infeksi Hepatitis A Rp 280.800
BCG Mencegah infeksi BCG Rp 40.000
Campak Mencegah infeksi Campak Rp 45.000
DPT Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis demam Rp 20.000
DT Mencegah infeksi difteri, Tetanus Rp 47.000,-
Tetanus Mencegah infeksi Tetanus Rp 17.5000,-
DPT HB Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis Hepatitis B Rp 65.000
Act HIB Mencegah infeksi otak HiB Rp 236.000
Trimovax Mencegah infeksi Gondong Campak Rubela (campak Jerman) Rp 95.500
MMR II Mencegah infeksi Gondong Campak Rubela (campak Jerman) Rp 110,000,-
Euvax B Mencegah infeksi Hepatitis B Rp 48.000,-
Vaxigrip Mencegah infeksi influenza Rp 165.000 ,-
Vaxigrip Mencegah infeksi Influenza Rp 111.000,-
Typhim Mencegah infeksi tifus Rp 124.000,-
Typherix Mencegah infeksi Tifus Rp 121.000,-
Pedvax Mencegah infeksi Rp 173.000
  1. Vaksin Campak adalah vaksin virus hidup yang dilemahkan, merupakan vaksin beku kering berwarna kekuningan pada vial gelas, yang harus dilarutkan hanya dengan pelarut vaksin campak kering produksi PT Bio Farma yang telah disediakan secara terpisah. Vaksin campak ini berupa serbuk injeksi.
  2. Pemberian: Usia dan Jumlah Pemberian Sebanyak 2 kali; 1 kali di usia 9 bulan, 1 kali di usia 6 tahun. Dianjurkan, pemberian campak ke-1 sesuai jadwal. Selain karena antibodi dari ibu sudah menurun di usia 9 bulan, penyakit campak umumnya menyerang anak usia balita. Jika sampai 12 bulan belum mendapatkan imunisasi campak, maka pada usia 12 bulan harus diimunisasi MMR (Measles Mump Rubella).
  3. Komposisi vaksin campak Tiap dosis (0,5 mL) vaksin yang sudah dilarutkan mengandung: Zat aktif: Virus Campak strain CAM 70 tidak kurang dari 1.000 CCID50,
  4. dan CCID50 = Cell Culture Infective Dose 50. Zat tambahan yang terkandung Kanamisin sulfat tidak lebih dari 100 mcg, Eritromisin tidak lebih dari 30 mcg
  5. dan Pelarut mengandung Air untuk injeksi
  6. Indikasi Vaksin digunakan untuk pencegahan terhadap penyakit campak.
  7. Cara Kerja Obat: Merangsang tubuh membentuk antibodi untuk memberi perlindungan terhadap infeksi penyakit campak.
  8. Posologi: Vaksin dilarutkan dengan pelarut vak- sin campak kering produksi PT Bio Farma sebanyak 5 mL pada setiap vial.10 dosis dan 10 mL pada setiap vial 20 dosis. Imunisasi campak terdiri dari satu dosis tunggal 0,5 mL disuntikan secara subkutan pada lengan bagian atas setelah dilarutkan dengan pelarutnya, diberikan pada anak umur 9 bulan. Dalam keadaan wabah imunisasi dapat diberikan mulai umur 6 bulan disusul dengan suntikan ulangan 6 bulan kemudian dengan 1 dosis 0,5 mL secara subkutan.
  9. Efek Samping: Vaksin campak dapat mengakibatkan sakit ringan dan bengkak pada lokasi suntikan, yang terjadi 24 jam setelah vaksinasi. Pada 5-15 % kasus terjadi demam (selama 1-2 hari), biasanya 8-10 hari setelah vaksinasi. Pada 2 % terjadi kasus kemerahan (selama 2 hari), biasanya 7-10 hari setelah vaksinasi. Kasus ensefalitis pernah dilaporkan terjadi (perbandingan 1/1.000.000 dosis), kejang demam (perbandingan 1/3000 dosis ).
  10. KONTRAINDIKASI: Terdapat beberapa kontraindikasi pada pemberian vaksin campak. Hal ini sangat penting, khususnya untuk imunisasi pada anak penderita malnutrisi. Vaksin ini sebaiknya tidak diberikan bagi; orang yang alergi terhadap dosis vaksin campak sebelumnya, wanita hamil karena efek vaksin campak terhadap janin belum diketahui; orang yang alergi berat terhadap kanamisin dan eritromisin, anak dengan infeksi akut disertai demam, anak dengan defisiensi sistem kekebalan, anak dengan pengobatan intensif yang bersifat imunosupresif, anak yang mempunyai ke- rentanan tinggi terhadap protein telur.
  11. INTERAKSI OBAT: Tidak ada interaksi obat
  12. PERINGATAN & PERHATIAN: Hindarkan vaksin dari sinar matahari langsung karena vaksin campak sensi- tif terhadap sinar ultraviolet. Vaksin hanya boleh disuntikkan secara subkutan, tidak boleh secara intravena. Bila anak telah diberikan imunoglobu- lin atau transfusi darah maka imunisasi harus ditangguhkan paling sedikit 3 bulan. Setelah imunisasi, tes tuberkulin pada anak harus ditangguhkan sampai 2 bulan karena mungkin terjadi reaksi negatif palsu. Perhatikan petunjuk pemakaian vaksin
  13. PENYIMPANAN Vaksin campak beku kering disimpan pada suhu antara +2°C s/d +8°C.Vial vaksin dan pelarut harus dikirim bersamaan, tetapi pelarut tidak boleh dibekukan dan disimpan pada suhu kamar. Vaksin harus terlindung dari cahaya. Waktu daluarsa 2 tahun. Vaksin campak yang sudah dilarutkan, sebaiknya digunakan segera, paling lambat 6 jam setelah dilarutkan, apabila masih bersisa maka harus dimusnahkan.
  14. KEMASAN Dus : 10 vial @ 10 dosis + Pelarut Campak Dus @ 10 ampul @ 5 mL Dus : 10 vial @ 20 dosis + Pelarut Campak Dus @ 10 ampul @ 10 mL
Baca pula : Cara Mengobati Campak Pada Bayi Balita Secara Alami Dan Tradisional
Demikian artikel yang dapat kami sampaikan mengenai Vaksin Campak ini, kurang lebihnya mohon maaf...

Cara Mengobati Campak Pada Bayi Balita Secara Alami Dan Tradisional

Cara Mengobati Campak . Campak adalah sebuah infeksi yang disebabkan oleh virus. Kebanyakan infeksi virus ini tersebar pada kalangan bayi atau anak-anak. Selain itu, ciri khas lain dari penyakit ini adalah kemampuan virus untuk menular dari satu orang ke orang lainnya melalui berbagai cara, mulai dari bersin hingga batuk. Ada banyak gejala yang dapat dijadikan indikasi bahwa seorang anak mengalami campak, misalnya saja demam, ruam, kemerahan, batuk, pilek dan bersin.

Cara Mengobati Campak Pada Bayi Balita Secara Alami Dan Tradisional

Untuk mengatasi penyakit ini, Anda dapat menerapkan cara mengobati campak secara pada bayi balita alami yang sudah dirangkum pada pembahasan di bawah ini :

Cara Mengobati Campak Pada Bayi Balita Secara Alami Dan Tradisional
  • Lidah buaya dan jus lemon
Lidah buaya dipercaya mampu menjawab bagaimana cara mengobati campak. Dengan menerapkan lidah buaya pada ruam kulit yang terkena campak, kulit tersebut nantinya akan lebih tenang dari peradangan dan kemerahan. Selain itu, metode ini juga membuat proses penyembuhan berlangsung lebih cepat. Anda dapat menggunakan bagian pulp atau daging dari lidah buaya untuk membuat ramuan ini.

Selain lidah buaya, Anda juga dapat menggunakan jus lemon untuk menyembuhkan campak. Cara penggunaannya cukup mudah, Anda hanya perlu membuat lemon menjadi jus, setelah itu menerapkan perasan jus lemon tersebut ke area yang terkena campak. Dengan cara mengobati campak ini, kulit akan mengering serta rasa gatal berkurang. Selain itu, ramuan jus lemon juga dapat menenangkan kulit yang meruam.
  • Baking soda dan oatmeal
Cara mengobati campak secara alami berikutnya yang dapat Anda lakukan adalah dengan menggunakan baking soda. Cara penggunaanya adalah dengan menerapkan campuran baking soda dengan air untuk dijadikan media mandi.

Oatmeal juga dapat dijadikan cara yang efektif untuk mengurangi dan mengobati campak. Anda dapat mencampurkan air mandi dengan satu atau dua cangkir oatmeal. Nantinya oatmeal berguna untuk membantu Anda menghilangkan rasa gatal akibat campak.
  • Biji terong
Biji terong dapat Anda jadikan cara mengobati campak secara alami. Obat alami ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit campak. Anda dapat mengkonsumsi biji terong ini setiap hari selama tiga hingga lima hari.
  • Jus jeruk
Selain lemon, ternyata jeruk segar yang dibuat jus dan dikonsumsi sebanyak dua kali sehari juga dapat dijadikan cara yang ampuh untuk mengobati campak. Anda dapat mengkonsumsi jus jeruk sekitar dua hingga tiga kali setiap harinya. Selain untuk mengobati campak, jeruk juga baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
Lihat juga : Obat Campak Pada Anak Bayi 5 Bulan , 6 Bulan , 7 Bulan , 8 Bulan Dan Satu Tahun
  • Istirahat
Cara mengobati campak pada bayi secara alami yang terakhir adalah dengan tidur cukup. Agar semua cara di atas dapat berjalan dengan baik, Anda butuh mendukung tubuh dengan melakukan istirahat yang cukup. Gunakan waktu siang untuk tidur sejenak dan waktu malam untuk tidur lebih awal, sekitar 7 hingga 8 jam. Ketika penyakit campak menyerang, mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya yang terang. Oleh sebab itu, tidur dapat mengurangi dampak dari campak itu sendiri.

Obat Campak Pada Anak Bayi 5 Bulan , 6 Bulan , 7 Bulan , 8 Bulan Dan Satu Tahun

Obat Campak Pada Anak . Penyakit campak merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang telah dirasakan hampir oleh setiap orang. Biasanya, penyakit ini muncul pada usia bayi atau anak-anak yang disebabkan oleh virus campak yang ditularkan oleh penderita campak lainnya melalui dahak serta cairan yag keluar dari luka-luka campak. Penyakit kulit yang menjangkiti seluruh badan dengan bercak-bercak merah yang berisi air, darah, dan nanah serta disertai dengan demam serta batuk ini selain menyakitkan dan terasa panas di badan juga dapat meninggalkan bekas luka pada badan serta menjadi salah satu penyakit yang proses penularannya sangat cepat.

Obat Campak Pada Anak Bayi 5 Bulan , 6 Bulan , 7 Bulan , 8 Bulan Dan Satu Tahun

Obat Campak Pada Anak Bayi 5 Bulan , 6 Bulan , 7 Bulan , 8 Bulan Dan Satu Tahun




Pengobatan untuk penyakit campak pada orang dewasa, anak-anak, dan bayi saat ini telah banyak tersedia untuk dapat menyembuhkannya dengan cepat. Obat Campak Pada Anak seperti salep atau berupa tablet antibody telah banyak dijual dan diserepkan oleh para dokter dan apoteker. Namun, pernahkah mengetahui bahwa sebenarnya pengobatan penyakit ini dapat begitu mudah dilakukan tanpa harus mengonsumsi obat?


Penyakit campak pada anak ataupun bayi dapat dihilangkan dengan cara tradisional, salah satunya adalah memandikan mereka dengan air hangat yang telah diberi remasan daun jarak yang banyak ditemui di sekitar. Cara ini lebih baik karena kulit pada anak anak lebih sensitif sehingga akan lebih aman jika menggunakan cara alami. Selain itu, cara ini bekerja lebih cepat daripada penggunaan obat-obatan baik yang berupa salep atau tablet. Karena kandungan zat yang berada pada daun jarak akan mengeringka luka campak dengan cepat dan akhirnya menjadi sembuh.

Minum air kelapa muda bagi bayi penderita campak akan bermanfaat untuk menetralkan racun, ditandai dengan keluarnya bintik-bintik merah dari tubuh. Enzim dan antidotum yang ada di dalam air kelapa mampu memberi perlindungan bagi tubuh dari virus. Air kelapa juga mengandung potasium, protein, mineral dan vitamin C yang membantu dalam regenerasi sel. Sehingga pada akhirnya meningkatkan imunitas tubuh, khususnya bagi penderita campak. Campur jus pisang dengan sedikit madu dan segelas air kelapa muda. Saring dan minum ramuan ini untuk mengatasi campak.

Pada anak yang demam akibat campak kemungkinan besar akan mengalami kekurangan cairan tubuh. Pastikan anak anda tetap terdehidrasi dengan baik. Sarankan agar anak anda sering minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

Penyakit Campak Pada Bayi, Penanda Proses Penguatan Tubuh

Penyakit yang menyerang kulit ini menjadi penyakit wajar yang bisa mengenai semua orang. Meskipun tidak terkena penyakit ini semasa bayi, namun pada saat dewasa penyakit ini akan tetap menyerang. Hal ini disebabkan penyakit campak pada bayi dipercaya merupakan salah satu proses pembentukan dan penggemblengan sistem imun tubuh untuk menjadi lebih kuat terhadap bakteri lainnya. Sehingga setelah terkena penyakit ini, para bayi akan lebih kuat dan tidak mudah sakit lagi.
Lihat juga : Tanda Dan Gejala Penyakit Campak Pada Bayi
Karena penyakit ini menjadi hal yang sangat biasa terjadi pada anak-anak dan bayi, biasanya pemerintah selalu memberikan vaksin pada anak-anak untuk terhindar dari bakteri dan virus penderita campak. Meskipun efeknya mungkin anak akan mengalami demam namun hal ini akan menjadikan mereka lebih kebal lagi terhadap penularan penyakit ini. Demikan artikel mengenai Obat Campak Pada Anak ini kami sampaikan dengan penuh harapan agar semua penderita campak dapat disembuhkan dengan mudah.

Tanda Dan Gejala Penyakit Campak Pada Bayi

Gejala Penyakit Campak Pada Bayi . Campak merupakan jenis penyakit yang paling sering terjadi pada anak-anak. Meskipun orang dewasa juga bisa terkena campak namun hanya sedikit saja. Penyebab penyakit campak adalah virus yang biasanya menyerang bagian hidung dan tenggorokan. Saat ini penyakit campak sudah bisa dicegah dengan pemberian vaksin. Vaksin telah mencegah peningkatan angka kematian karena campak. Dan masih saja terjadi kematian mendadak karena campak akibat tidak menerima vaksin dan penularan yang lebih cepat. Ketika seseorang terkena virus campak maka virus akan berkembang dalam waktu antara 10 hingga 14 hari. Masa inkubasi ini akan membuat penderita mengalami beberapa gejala.

Siapa yang Bisa Terkena Campak?
  • Orang yang tidak pernah menerima vaksin campak seumur hidupnya sehingga mudah atau rentan tertular virus penyebab campak.
  • Orang yang sedang bepergian ke tempat daerah penyebaran campak dan menyebabkan tubuh mudah terkena virus dari udara atau kontak langsung dengan penderita.
  • Orang yang memang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah dan mudah terkena resiko infeksi karena penyebaran campak yang sangat mudah.
  • Orang yang memang memiliki kondisin khusus seperti tubuh yang tidak mendapatkan asupan makanan yang mengandung vitamin A dalam jumlah yang cukup. Orang yang memang kekurangan vitamin A akan lebih mudah terkena campak dan biasanya memang akan memiliki gejala yang lebih buruk dibandingkan dengan orang lain yang lebih sehat.
Tanda Dan Gejala Penyakit Campak Pada Bayi

Tanda Dan Gejala Penyakit Campak Pada Bayi

Gejala penyakit campak pada bayi khususnya, memang hampir mirip seperti influenza, karena itu banyak orang tua yang tidak tanggap. Mereka mengira terkena influenza atau batuk. Berikut ini adalah beberapa gejala campak yang lengkap, agar Anda bisa memahami perbedaan gejala campak dan penyakit infeksi lain :

1. Demam

Awal ketika virus mulai masuk ke tubuh penderita maka demam bisa menjadi pertanda pertama. Tubuh yang demam bisa terjadi pada siang atau malam hari antara 2 atau 3 hari. Anak-anak atau bayi akan menjadi sangat rewel dan mudah menangis. Suhu tubuh bisa mencapai lebih dari 38 derajat Celcius. Demam bisa terjadi sangat ringan hingga lebih berat sesuai kondisi tubuh. Anak-anak penderita asma akan merasakan demam yang lebih buruk karena virus bisa menyebabkan infeksi pada saluran pernafasan.

2. Batuk Kering

Setelah demam maka penderita juga bisa mengalami batuk kering yang muncul dua hari setelah tubuh sering demam. Batuk kering ini hampir sama dengan gejala influenza. Batuk menandakan bahwa virus sudah berkembang pada saluran pernafasan atas atau bagian tenggorokan. Batuk bisa menjadi sangat parah dan berat untuk penderita yang memang memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk. Batuk kering biasanya akan lebih berat jika demam juga muncul kembali.

Agar kondisi tubuh tidak terlalu menurun maka orang tua bisa memberikan minuman air putih. Hindari memberikan susu berlebihan karena menyebabkan rasa tenggorokan menjadi tidak nyaman. (baca juga : buah untuk obat batuk kering)

3. Sakit Tenggorokan

Orang yang menderita campak pada hari ke empat maka batuk kering akan berkembang menjadi rasa sakit tenggorokan. Banyak orang yang mengira bahwa ketika gejala ini terjadi maka bukan sakit campak, melainkan hanya flu biasa. Jika batuk kering terus menerus maka akan menyebabkan rasa sakit tenggorokan parah. Penderita biasanya akan mengalami penurunan nafsu makan karena, ketika menelan maka tenggorokan akan terasa lebih sakit. Jika kondisi ini terjadi maka orang tua sebaiknya langsung membawa anak ke dokter. Jangan memberikan obat flu biasa karena tidak akan mempengaruhi kondisi.

4. Hidung Meler

Pertanda ketika virus sudah menginfeksi hidung dan tenggorokan selama lebih dari tiga hari adalah menyebabkan hidung meler. Gejala ini memang sangat mirip seperti pada gejala flu yang sangat buruk. Hidung meler mengeluarkan cairan karena virus sudah berkembang pada bagian hidung. Bahkan kondisi ini bisa menghambat saluran pernafasan. Gejala campak oada bayi ini akan membuatnya sangat rewel karena tidak bisa bernafas dengan baik. Untuk membantu penderita bisa tidur dan istirahat nyaman maka berikan bantalan yang lebih tinggi.

5. Mata Merah

Mata merah atau konjungtivitas biasanya terjadi pada hari ke empat. Kondisi ini banyak dipengaruhi oleh virus yang sudah menyebabkan peradangan pada saluran tengorokan dan hidung. Beberapa virus akan menyebabkan peradangan pada lapisan tipis yang ada di bagian terluar mata. Mata merah ini akan disertai oleh beberapa gejala lain seperti gatal, mata yang terus berair dan mengeluarkan cairan lengket dari mata. Jika hidung meler dan penyebab batuk berat maka peradangan pada mata ini bisa menjadi sangat berat.

6. Sariawan Biru di Bagian dalam Mulut

Setelah peradangan mata terjadi selama satu hari maka gejala penyakit campak pada bayi lainnya yang akan berkembang adalah sariawan berwarna merah kebiruan yang muncul di bagian dalam mulut. Sariawan ini memiliki bentuk seperti bintik-bintik merah kecil dan terkadang ada warna biru yang muncul dibagian dalamnya. Sariawan akan terjadi pada bagian dalam mulut dan semua lapisan pipi dalam. Kondisi ini akan menyebabkan penderita sulit untuk menerima makanan.

7. Ruam di Seluruh Tubuh

Setelah virus berkembang selama beberapa hari maka gejala lain yang berkembang adalah ruam pada kulit. Pada awalnya akan muncul bintik-bintik merah di bagian wajah. Setelah itu ruam berkembang di belakang telinga, lengan, tangan, punggung, paha dan kaki. Ketika ruam semakin menyebar ke bagian tubuh yang lain maka demam akan muncul. Suhu tubuh penderita menjadi sangat panas dan bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celcius.

Ruam biasanya akan muncul selama lebih dari dua atau tiga minggu dengan tingkat keparahan yang terus menurun. Ketika ruam muncul maka sebagian orang tua mulai mengerti jika anak mereka sebenarnya terkena campak dan bukan flu biasa.

8. Gangguan Pendengaran

Ketika virus sudah melewati masa inkubasi dan penderita campak tidak mendapatkan perawatan yang tepat maka bisa menyebabkan gangguan pendengaran. Gangguan ini terjadi ketika ada virus yang sudah masuk ke bagian dalam telinga dan menyebabkan infeksi dibalik gendang telinga. Kondisi ini sering ditandai dengan keluarnya cairan dari lubang telinga. Peradangan karena infeksi virus membuat penderita tidak hanya demam tapi juga masalah pendengaran.

Ketika infeksi belum masuk ke bagian dalam telinga maka perawatan cepat bisa membuat masalah sembuh sendiri. Tapi jika infeksi sudah terlalu parah maka infeksi ini dapat kembali kambuh setelah sembuh. Gejala campak pada anak atau bayi ini, beresiko kehilangan pendengaran. (baca juga : penyebab telinga berdenging terus menerus)

9. Radang Tenggorokan

Ketika virus sudah masuk ke bagian telinga dan tenggorokan maka bisa mengembangkan radang tenggorokan yang sangat parah. Kondisi ini bisa menyebabkan adanya peradangan yang menyebar ke bagian saluran pernafasan dalam yaitu paru-paru. Bahaya radang tenggorokan bisa menjadi sangat buruk karena anak-anak dan bayi mungkin tidak bisa menelan makanan dan minuman. Jika kondisi sudah memburuk disertai dengan demam yang tinggi maka sebaiknya perawatan di rumah sakit diperlukan.

10. Pneumonia

Pneumonia atau infeksi pada paru-paru paling sering terjadi pada penderita campak yang tidak mendapatkan perawatan dengan baik. Bahkan kondisi ini juga sering terjadi pada anak-anak atau penderita campak dewasa yang memang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah. Infeksi bisa menyebar dari tenggorokan ke dalam paru-paru yang menyebabkan terbentuknya lapisan lendir dan nanah pada paru-paru. Jika sudah seperti ini maka penderita akan sering batuk berdahak, batuk disertai dengan lendir atau darah, menggigil dan sulit untuk bernafas dengan baik.

11. Kejang

Penderita campak juga bisa mengalami kejang. Kejang bisa menjadi sangat buruk untuk bayi karena terjadi ketika tubuh demam tinggi. Kejang bisa menjadi sangat buruk karena merupakan pertanda jika infeksi karena campak sudah menyebar hingga ke bagian otak. Infeksi ini biasanya terjadi selama satu bulan lebih ketika campak tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Gejala awal dari kondisi peradangan otak hampir sama seperti flu seperti munculnya demam, batuk dan sakit tenggorokan.

12. Gangguan Kehamilan untuk Ibu Hamil

Semua ibu hamil harus berusaha untuk tidak terkena campak. Campak yang terjadi pada saat kehamilan bisa menyebabkan keguguran, kelahiran bayi prematur, kondisi kesehatan kronis untuk bayi dan bayi yang lahir dengan berat badan yang sangat rendah. Beberapa gejala gangguan kehamilan akibat campak disertai dengan beberapa gejala yaitu :

Timbulnya bercak pendarahan yang keluar dari jalan lahir atau vagina
Rasa tidak nyaman seperti penyebab kram perut atau sakit pada bagian perut bawah dan punggung bagian bawah.
Keluarnya cairan berlebihan dari vagina

13. Jumlah Trombosit yang Sangat Rendah

Orang yang memiliki sistem kekebalan yang rendah dan terkena campak bisa mengembangkan gejala yang lebih buruk. Salah satunya adalah kondisi penurunan trombosit yang sangat rendah. Trombosit merupakan bagian dari sel darah merah yang sangat penting untuk mendukung sistem pembekuan darah. Ketika jumlah trombosit sangat rendah maka, bisa menyebabkan pendarahan dan pembekuan darah yang terjadi pada sistem pembuluh darah.

Kondisi ini biasanya akan diketahui setelah pemeriksaan darah. Jika kondisi sangat buruk atau penderita mulai kehilangan kesadaran maka sebaiknya diperlukan rawat inap di rumah sakit. (baca juga : efek kelebihan trombosit)

14. Sakit Kepala

Hampir semua penderita penyakit campak akan merasakan sakit kepala setelah infeksi terjadi selama beberapa hari. Biasanya sakit kepala berkembang dari gejala yang sangat ringan hingga berat yang menyebabkan penderita tidak bisa melakukan aktivitas dengan baik. Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai hal seperti ketika virus sudah mencapai bagian tenggorokan dan hidung yang menyebabkan gangguan pernafasan.

Jika sakit kepala terus berkembang dan bahkan terjadi dalam hitungan minggu maka pemeriksaan harus dilakukan lebih lanjut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah virus sudah menyebar hingga ke bagian otak yang bisa menyebabkan radang otak.

15. Diare

Banyak anak-anak dan orang dewasa yang juga mengalami gejala diare pada tahap awal terkena campak. Hal ini menunjukkan bahwa virus menyerang tubuh saat sistem kekebalan tubuh sangat lemah. Kondisi ini bisa menyebabkan penderita sangat lemah karena terus kehilangan cairan berlebihan. Untuk mencegah agar tubuh bisa lebih cepat pulih maka sangat disarankan untuk minum air mineral secara teratur.

Air membantu tubuh melawan infeksi. Namun biasanya penderita tidak mudah minum karena sakit tenggorokan dan hidung ingusan yang membuat rasa tidak nyaman saat menelan makanan atau minuman.

16. Mual dan Muntah

Rasa mual dan muntah memang sangat wajar terjadi pada awal ketika campak mulai menyerang. Mual bisa menyebabkan penderita tidak nafsu makan dan muntah akan menyebabkan tubuh kehilangan cairan berlebihan. Biasanya mual dan muntah akan menyebabkan tubuh menjadi sangat lemah dan virus bisa mudah menyebar ke bagian tubuh yang lain. Namun beberapa penderita bisa mengembangkan mual dan muntah setelah beberapa hari. Jika hal ini terjadi mungkin saja infeksi sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain seperti otak dan saluran pernafasan seperti paru-paru. (baca juga : penyebab sering mual)

17. Kehilangan Kesadaran

Penderita campak juga bisa mengalami kehilangan kesadaran. Hal ini akan menyebabkan tubuh tidak bisa menerima reaksi apapun. Jika kondisi ini terjadi maka perawatan di rumah sakit diperlukan. Bagian yang sangat mengerikan adalah mungkin saja infeksi memang sudah menyebar ke bagian telinga, otak dan sel tubuh. Penyebaran infeksi ini bisa menyebabkan tubuh demam tinggi, tidak bisa bereaksi, tidak bisa menerima obat. Jika terus berlanjut maka bisa menjadi penyebab kematian mendadak.
Lihat juga : Obat Tradisional Campak Pada Bayi Yang Paling Ampuh
Demikian Informasi mengenai Gejala penyakit campak pada bayi yang dapat kami sampaikan, semoga sahabat obatherbalasia.com semua menemukan apa saja yang dicari.

Rabu, 22 Juni 2016

Obat Tradisional Campak Pada Bayi Yang Paling Ampuh

Obat Tradisional Campak - Di daerah jawa khususnya, penyakit campak ini kita kenal dengan sebutan gabagen atau tampek, sementara nama medisnya disebut morbili atau rubeola. Penderita campak kebanyakan adalah anak- anak usia dibawah lima tahun, penyakit ini sangatlah menular dibandingkan penyakit cacar air. Virus campak disebut miksovirus golongan paramixovirus. Biasanya wabah virus campak akan datang sekitar 2-3 tahun. Penyakit ini terbilang penyakit yang serius dan bisa memicu terjadinya komplikasi penyakit lainnya.

Obat Tradisional Campak Pada Bayi Yang Paling Ampuh

Penularan penyakit ini akan terjadi dalam waktu 2-4 hari sebelum ruam kulit muncul hingga 4 hari setelah ruam kulit muncul, karena itu jauhkanlah anak anda dari anak-anak /orang-orang ain yang belum pernah menderita campak untuk menghindari penularan kepada orang lain. Seseorang yang sudah pernah menderita campak, seumur hidupnya akan kebal terhadap penyakit ini.

Penyebab penyakit campak

Campak (rubeola/measles) disebabkan oleh Paramixovirus yang dapat menular lewat percikan ludah, dahak, atau cairan yang keluar dari luka. Virus ini memiliki masa inkubasi selama 10 hingga 14 hari sebelum gejala datang. Faktor risiko campak termasuk kekurangan vitamin A dan tidak mendapatkan vaksinasi.

Obat Tradisional Campak Pada Bayi Yang Paling Ampuh

Obat Tradisional Campak Pada Bayi Yang Paling Ampuh

Penyakit campak pada bayi dan anak dapat diobati dengan cara alami, yang tidak menimbulkan dampak buruk pada jangka panjang. Di bawah ini adalah bahan-bahan obat tradisional campak yang dapat dipilh untuk menghilangkan campak dengan cepat:
  • Air Kelapa Muda
Minum air kelapa muda bagi bayi penderita campak akan bermanfaat untuk menetralkan racun, ditandai dengan keluarnya bintik-bintik merah dari tubuh. Enzim dan antidotum yang ada di dalam air kelapa mampu memberi perlindungan bagi tubuh dari virus. Air kelapa juga mengandung potasium, protein, mineral dan vitamin C yang membantu dalam regenerasi sel. Sehingga pada akhirnya meningkatkan imunitas tubuh, khususnya bagi penderita campak. Campur jus pisang dengan sedikit madu dan segelas air kelapa muda. Saring dan minum ramuan ini untuk mengatasi campak.
  • Biji Nangka
Cara mengatasi campak dapat juga dengan menggunakan biji nangka. Cara membuat ramuan dengan merebus biji nangka sampai mendidih selama beberapa saat, kemudian saring dan tiriskan. Minum airnya ketika pagi dan sore hari secara teratur.
  • Jeruk 
Penyakit campak umumnya memiliki gejala seperti rasa haus dan nafsu makan menurun. Dengan sering minum jus jeruk sepanjang hari, akan mengatasi masalah ini. Jus jeruk bermanfaat untuk mencegah dehidrasi, serta meningkatkan kekebalan tubuh bagi penderita penyakit campak.
  • Terong
Antioksidan yang dikandung oleh biji terong bermanfaat untuk menguatkan imunitas tubuh. Terong juga dilengkapi dengan vitamin C dan seng, dimana keduanya membuat proses penyembuhan lebih cepat . Caranya dengan mengkonsumsi 1gr biji terong setiap hari selama 3 hari .
  • Kunyit dan Madu
Kunyit mengandung antiseptik dan antioksidan yang efektif dalam mengobati gejala campak. Tambahkan madu ke dalam segelas susu hangat yang berisi 1 sdm bubuk kunyit. Kombinasi ramuan lainnya adalah kunyit dan biji asam jawa, masing-masing 400gr. Tuangkan air hangat ke dalam kedua bahan yang telah dihaluskan menjadi serbuk. Kunyit juga bisa ditambahkan bersama jus labu pahit dan madu. Silahkan minum airnya dari salah satu ramuan kunyit. Madu dilengkapi dengan vitamin B2 dan vitamin B6 yang berguna untuk mencegah penyakit kulit. Selain itu, asam pantotenat dan biotin yang ada di dalamnya mampu mengobati eksim dan herpes.
  • Daun Jarak
Untuk mempercepat proses penyembuhan campak, cukup dengan mandi dengan air hangat yang dicampur bersama remasan daun jarak. Zat aktif yang terdapat pada daun jarak mampu membuat luka campak menjadi kering dengan cepat.
  • Minum Banyak Air
Pada anak yang demam akibat campak kemungkinan besar akan mengalami kekurangan cairan tubuh. Pastikan anak anda tetap terdehidrasi dengan baik. Sarankan agar anak anda sering minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
Baca juga: Nama Virus Campak , Penyebab Dan Cara Penularannya
Demikian artikel dari saya mengenai seputar obat tradisional campak ini yang dapat kami bagikan. Semoga dengan berkat adanya artikel ini, apa-apa yang menjadi keluhan Anda dapat teratasi dengan cepat, lebih-lebih kepada sang buah hati kesayangan kita. Salam sehat! 

Jumat, 17 Juni 2016

Nama Virus Campak , Penyebab Dan Cara Penularannya

Virus Campak / Virus Rubella adalah virus RNA beruntai tunggal, dari keluarga Paramyxovirus, dari genus Morbillivirus. Virus campak hanya menginfeksi manusia, dimana virus campak ini tidak aktif oleh panas, cahaya, pH asam, eter, dan tripsin (enzim). Ini memiliki waktu kelangsungan hidup singkat di udara, atau pada benda dan permukaan Virus campak adalah organisme yang tidak memiliki daya tahan tinggi apabila berada di luar tubuh manusia. Pada temperatur kamar selama 3-5 hari virus kehilangan 60% sifat infektifitasnya. Virus tetap aktif minimal 34 jam pada temperatur kamar, 15 minggu di dalam pengawetan beku, minimal 4 minggu dalam temperatur 35˚C, beberapa hari pada suhu 0˚C, dan tidak aktif pada pH rendah.

Nama Virus Campak , Penyebab Dan Cara Penularannya

Bukan hanya masalah bekas di kulit, sesungguhnya campak termasuk penyakit yang berbahaya. Penyakit akibat serangan virus morbili ini bisa menyebabkan komplikasi yang fatal pada anak-anak. Misalnya saja penyakit paru-paru (yaitu pneumonia), diare, radang telinga, dan juga radang otak. Jika pun bisa selamat, komplikasi penyakit campak bisa menyebabkan korbannya hidup cacat di sisa umurnya, buta, tuli, atau kerusakan otak. Mengerikan sekali bukan dampak yang bisa diakibatkan oleh campak? Maka, ketahuilah dengan tepat bagaimana cara merawat penderita campak agar tidak salah merawat dan menghindari akibatnya yang membahayakan dan lebih fatal.

Penyebab dan Cara Penularan Virus Campak

Bagaimana virus campak menyerang salah satunya adalah dengan ditularkan oleh penderita yang sakit kepada penderita yang sehat. Penyakit campak menyerang seseorang melalui air ludah yang mengandung virus campak (droplet). Hal ini terjadi ketika penderita batuk dan diterima oleh calon penderita yang berada di dekatnya. Jadi tidak heran jika di dalam sebuah rumah, ketika seorang anak menderita campak, anak-anak yang lain akan ikut tertular. Waktu penularannya sendiri bisa terjadi antara seminggu sebelum si penular memberikan tanda ruam hingga satu minggu setelah ruam-ruam si penular hilang. Oleh karena itulah, jika memiliki anak yang terkena campak maka mulailah mengawasi dan memisahkannya sementara waktu dengan anak-anak lainnya, dibandingkan akan mengalami kerepotan karena mengurus semua anak yang terkena campak.

Campak merupakan tipe penyakit yang menyerang seseorang sekali seumur hidup. Hal ini karena setelah sekali virus campak menyerang, tubuh seseorang tersebut akan membentuk antibodi yang membuat dia kebal terhadap jenis campak tersebut. Jadi jika di lain waktu orang tersebut diserang virus campak itu lagi, virus itu tidak akam membuat dia sakit lagi. Namun, tidak menutup kemungkinan jika kekebalan tubuh orang tersebut sedang tidak baik dia akan tertular campak dari orang lain, maka bisa jadi dia akan menghadapi sakit campak lebih dari satu kali. Namun, kasus ini sangat sedikit. Semua orang bahkan percaya bahwa campak memang hanya satu kali dalam seumur hidup.

Virus campak (virus morbilli) tidak harus menimbulkan penyakit campak di masa kecil. Orang-orang dewasa juga bisa terkena campak. Lalu, mengapa orang dewasa terkena campak? Bukankah orang dewasa itu lebih kuat?

Mengapa orang dewasa terkena campak itu bisa jadi karena 2 kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah karena dari masa dia kecil hingga sebesar itu, dia belum pernah terkena penyakit campak. Sehingga tubuhnya belum mempunyai antibodi penangkal virus campak tersebut. Kemunginan berikutnya adalah orang dewasa tersebut tidak melakukan imunisasi campak di saat kecil. Ingat, imunisasi campak diberikan pada saat bayi berumur 9 bulan dan ulangan di usia 6 tahun.

Jadi jelas, mengapa orang dewasa terkena virus campak itu tentu karena dia tertular virus penyebabnya (virus Morbilli) melalui air ludah (droplet) orang-orang di sekitarnya saat batuk, ketika tubuhnya tidak mempunyai antibodi penangkal serangan virus tersebut.

Gejala Terkena Virus Campak

Kemunculan gejala awal dari campak terjadi sekitar satu hingga dua minggu setelah tertular virus. Gejala ini akan menghilang kurang lebih dua minggu setelahnya. Berikut ini adalah gejala awal yang akan dialami oleh penderita campak:
  • Mata merah dan sensitif terhadap cahaya.
  • Gejala menyerupai pilek seperti sakit tenggorokan, batuk kering dan hidung beringus.
  • Lemas dan letih.
  • Demam tinggi.
  • Sakit dan nyeri.
  • Tidak bersemangat dan kehilangan selera makan.
  • Diare atau/dan muntah-muntah.
  • Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan.
Ruam campak muncul paling lambat empat hari setelah gejala pertama dan bertahan sekitar tujuh hari. Awalnya akan muncul dari belakang telinga, kemudian menyebar ke kepala dan leher, hingga akhirnya ke seluruh tubuh. Awalnya, bercak berukuran kecil, tapi akan membesar dengan cepat sebelum akhirnya bercak-bercak itu menyatu.
Baca juga: Penyebab Penyakit Campak Dan Pengobatannya
Mengenai virus campak ini saya rasa sudah cukup detail ya, semoga menambah sedikit wawasan pembaca. Salam sehat semoga bermanfaat!

Kamis, 16 Juni 2016

Penyebab Penyakit Campak Dan Pengobatannya

Penyakit campak merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus (myxoviruses) yang sangat menular, dan yang menyebabkan gambaran klinis dalam tiga tahap, periode awal inkubasi hampir tidak ada gejala, tahap awal dengan kemerahan intens pada mukosa mulut, tenggorokan dan mata.Setelah tahap awal, bintik-bintik merah pada kulit mulai menyatu membentuk ruam, batuk disertai demam dan kemerahan pada konjungtiva mata.

Penyebab Penyakit Campak Dan Pengobatannya

Penyebab & Gejala Penyakit Campak

Campak disebabkan oleh paramiksovirus. Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak. Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.

Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah:
  • bayi berumur lebih dari 1 tahun
  • bayi yang tidak mendapatkan imunisasi
  • remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.
Adapun gejala-gejalanya yaitu:
  • Gejala awal adalah demam tinggi selama 2 hari pertama.
  • Gejala lain yang sering terjadi adalah rhinitis dan konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata) dengan ketidaknyamanan intens dengan cahaya
  • Kemerahan pada konjungtiva dan debit mata kadang-kadang bernanah.
  • Biasanya disertai dengan batuk kering dan iritasi.
  • Mata merah dan bengkak pada kelopak mata.
Untuk mengenali lebih lanjut siklus penyakit campak yang menyerang tubuh berdasarkan penyebarannya dan tingkat keparahan yang diderita, terbagi menjadi tiga (tiga) stadium :

Stadium Prodormal (Kataral) : Memasuki stadium ini jika sudah menunjukkan gejala demam yang berangsur selama 4 - 5 hari lamanya disertai dengan timbulnya batuk-batuk dan pilek sehingga pada mulanya sering dianggap penyakit influenza biasa. Namun, setelah memasuki hari ke 4 atau lima selama demam, mulai tampak bercak putih kelabu yang muncul.

Stadium Erupsi : Pada masa ini dapat berlangsung selama 4 - 7 hari setelah munculnya bercak putih kelabu dan ditambah dengan batuk. Munculnya ruam dibagian tubuh mulai tersebar yang pada mulanya tampak pada telinga, wajah dan dibagian atas tengkuk kemudian menyebar ke bagian dada. Rasa gatal pun sudah dirasakan.

Stadium Konvalesensi : Pada stadium ini erupsi mulai berkurang dan suhu tubuh perlahan menurun. Pada kondisi ini sudah mulai tahap penyembuhan.

Pengobatan yang lambat setelah stadium erupsi jika dibiarkan akan berdampak pada komplikasi serius misalnya menyerang saluran pernafasan (Bronchopnemonia), penurunan imunitas, Enteritis (mengalami muntah dan mencret) dan sakit telinga karena invasi virus.

Campak sebenarnya dapat diderita oleh siapa saja tak terkecuali orang dewasa sekalipun. Namun, pada umumnya menyerang anak-anak pada usia 12 bulan dan anak usia 1 - 4 tahun. Apa yang menjadi penyebab penyakit campak dan faktor resikonya sebagai berikut :
  • Bayi dan anak-anak yang berada diantara usia 12 bulan dan usia 1 - 4 tahun memiliki resiko tinggi terkena virus campak
  • Anak-anak yang memiliki kondisi kesehatan yang buruk
  • Siapa saja yang memiliki sistem daya tahan tubuh yang lemah

Pengobatan Penyakit Campak

Sampai saat ini belum ada pengobatan khusus untuk virus campak melainkan hanya untuk mengurangi gejala-gejalanya.Berikut ini beberapa saran untuk menurunkan gejala-gejala campak :
  • Pasien harus beristirahat dan makan makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat.
  • Gunakan parasetamol cair atau ibuprofen untuk meringankan demam, sakit dan nyeri. Hindari penggunaan aspirin karena dapat menyebabkan Sindrom reye.
  • Gunakan lotion kulit (calamine atau mentol) untuk mengobati rasa gatal
  • Obat batuk bisa sedikit meringankan (Harus sesuai petunjuk dokter)
Langkah tradisional untuk mengobati penyakit campak adalah dengan melakukan beberapa di bawah ini :
  • Untuk menurunkan demam tinggi berikan air kelapa muda hingga panas turun
  • Sediakan jagung muda secukupnya, kemudian parut dan peras. Ambil ampas sari perasan yang kemudian oleskan diseluruh bagian tubuh yang mulai muncul ruam.
  • Sediakan 1 genggam tepung beras, 3 siung kencur dan asam jawa 1 sdt. Haluskan kencur kemudian tambahkan tepung terigu dan asam jawa, aduk rata. Oleskan pada seluruh bagian tubuh yang memiliki ruam hingga sembuh
  • Sediakan 1 SDM bubuk kunyit dan madu murni. Buatlah 1 gelas susu dan tambahkan kunyit dan madu tadi. Minum 2 kali sehari selama 2 minggu.
  • Mengkonsumsi buah jeruk sangat dianjurkan
Baca juga: Dampak Dan Efek Samping Imunisasi Campak Pada Bayi

Pencegahan Untuk Penyakit Campak

Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas.

Jika hanya mengandung campak, vaksin dibeirkan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun agar tidak terserang penyakit campak karena campak merupakan penyakit menular.

Rabu, 15 Juni 2016

Dampak Dan Efek Samping Imunisasi Campak Pada Bayi

Imunisasi Campak - Pada dasarnya bayi telah mendapatkan kekebalan secara alamiah oleh campak dari Ibunya. Namun seiring bertambahnya usia khususnya setelah umur 9 bulan, antibodi dari ibunya kian  menurun sehingga butuh kekebalan tambahan lewat pemberian vaksin campak. Apalagi penyakit campak mudah menular, dan mereka yang daya tahan tubuhnya lemah gampang sekali terserang penyakit yang disebabkan virus Morbili ini. Untungnya penyakit ini hanya diderita sekali seumur hidup. Bila seseorang anak terkena campak, setelah itu biasanya tak akan terkena lagi. Penyakit Campak (measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramixovirus.

Dampak Dan Efek Samping Imunisasi Campak Pada Bayi

Penularan dan Gejala

Penularan campak terjadi lewat udara atau butiran halus air ludah (droplet) penderita yang terhirup melalui hidung atau mulut. Pada masa inkubasi yang berlangsung sekitar 10-12 hari, gejalanya sulit dideteksi. Setelah itu barulah muncul gejala flu (batuk, pilek, demam), mata kemerahabn dan berair, si kecilpun merasa silau saat melihat cahaya. Kemudian, disebelah dalam mulut muncul bintik-bintik putih yang akan bertahan 3-4 hari. Beberapa anak juga mengalami diare. satu-dua hari kemudian timbul demam tinggi yang turun naik, berkisar 38-40,5 derajat celcius.

Seiring dengan itu barulah muncul bercak-bercak merah yang merupakan ciri khas penyakit ini. Ukurannya tidak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil. Awalnya haya muncul di beberapa bagian tubuh saja seperti kuping, leher, dada, muka, tangan dan kaki. Dalam waktu 1 minggu, bercak-bercak merah ini hanya di beberapa bagian tibih saja dan tidak banyak.

Jika bercak merah sudah keluar, umumnya demam akan turun dengan sendirinya. Bercak merah pun akan berubah menjadi kehitaman dan bersisik, disebut hiperpigmentasi. Pada akhirnya bercak akan mengelupas atau rontok atau sembuh dengan sendirinya. Umumnya dibutuhkan waktu hingga 2 minggu sampai anak sembuh benar dari sisa-sisa campak. Dalam kondisi ini tetaplah meminum obat yang sudah diberikan dokter. Jaga stamina dan konsumsi makanan bergizi. Pengobatannya bersifat simptomatis, yaitu mengobati berdasarkan gejala yang muncul. Hingga saat ini, belum ditemukan obat yang efektif mengatasi virus campak.

Jika tak ditangani dengan baik campak bisa sangat berbahaya. Bisa terjadi komplikasi, terutama pada campak yang berat. Ciri-ciri campak berat, selain bercaknya di sekujur tubuh, gejalanya tidak membaik setelah diobati 1-2 hari. Komplikasi yang terjadi biasanya berupa radang paru-paru dan radang otak. Komplikasi ini yang umumnya paing sering menimbulkan kematian pada anak.

Kontra indikasi imunisasi campak

Imunisasi campak tidak dianjurkan pada ibu hamil, anak dengan imunodefisiensi primer, pasien TB yang tidak diobati, pasien kanker atau transplantasi organ, anak yang mendapat obat imunosupresi (obat penekan system imun) jangka panjang. Anak yang terinfeksi HIV tanpa imunosupresi berat dan tanpa bukti kekebalan terhadap campak, bisa mendapat imunisasi campak.

Dosis dan cara pemberian imunisasi campak

• Dosis baku minimal untuk vaksin campak yang dilemahkan adalah 0,5 ml.
• Pemberian diberikan pada umur 9 bulan ketika antibodi maternal( antibodi anti campak milik ibu yang masuk ke bayi ketika masih dalam kandungan) sudah hilang.
• Imunisasi campak diberikan secara subkutan. Walaupun demikian dapat diberikan secara intramuscular.
• Imunisasi campak yang kedua diberikan lagi ketika anak masuk SD atau usia anak 6 tahun.

Dampak Dan Efek Samping Imunisasi Campak Pada Bayi

Imunisasi campak kadang, 5%-15% kasus, membuat anak demam hingga 39,5o C pada hari ke 5-6 sesudah imunisasi. Demam berlangsung selama 2 hari. Ruam (bercak-bercak merah) dapat dijumpai pada 5% anak, timbul pada hari ke 7-10 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2- hari. Reaksi berat seperti ensefalitis(radang otak) sangat jarang terjadi. ( 1 diantara 1 milyar dosis).
Jadi untuk ibu – ibu jangan takut untuk memberikan imunisasi campak pada putra putrinya. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati.
Baca juga: Cara Mengobati Campak Jerman Dengan Cepat
Demikian Informasi yang dapat saya berikan mengenai imunisasi campak ini. Saya harap memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya. Sekian dan terimakasih. Salam Sehat!

Selasa, 14 Juni 2016

Cara Mengobati Campak Jerman Dengan Cepat

Campak jerman atau dalam bahasa medis disebut dengan rubella disebabkan oleh penularan virus rubella yang disebut juga jerman measles. Pembaca semua jangan heran jika virus ini yang tidak berbahaya bagi anak-anak, tetapi berbahaya bagi orang dewasa. Sehingga, lebih aman jika terkena penyakit ini pada masa kanak-kanak. Sama halnya kepada wanita hamil karena dapat menyebabkan sindrom rubella kongenital yang mengakibatkan kelainan bawaan pada bayi.

Cara Mengobati Campak Jerman Dengan Cepat

Gejala dan Penyebab Campak Jerman

  • Penyakit Rubella mirip penyakit campak tetapi tidak seberat penyakit campak yang banyak menyerang dan menimbulkan kematian pada anak balita (sebelum usia sekolah)
  • Penyakit Rubela hanya menimbulkan demam ringan dan anak menjadi agak rewel. Kemudian si anak sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.
  • Secara klinis penyakit Rubella juga sulit mengenalnya
  • Bintik merah di kulit yang pada penyakit campak mudah dikenal masyarakat awam, pada Rubella jarang terlihat. Gejala bintik merah di kulit hanya timbul pada 15-20% penderita Rubella
  • Gejala lain seperti pilek, mata merah, dan batuk, tidak ditemukan pada Rubella

Campak jerman atau campak 3 hari adalah infeksi virus yang menular terutama menyerang kulit dan kelenjar getah bening, pada kulit dikenal dengan ruam berwarna merah yang khas dan pada kelenjar getah bening menimbulkan pembesaran (pembengkakan).

Rubella tidak sama dengan campak (rubeola), meskipun sama-sama menimbulkan ruam merah pada kulit. Karena, rubella ini disebabkan oleh virus yang berbeda dengan campak (rubeola) sehingga penularannya pun sedikit berbeda.

Penularan Campak Jerman

Campak jerman disebabkan oleh virus yang dapat ditularkan dari orang ke orang. virus rubella ini dapat menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, atau dapat menyebar melalui kontak langsung dengan sekret pernapasan orang yang terinfeksi, seperti lendir atau ingusnya.

Rubella ini juga dapat ditularkan dari ibu hamil ke anaknya yang belum lahir melalui aliran darah. Penderita rubella dapat menular mulai dari 10 hari sebelum timbulnya ruam sampai sekitar satu atau dua minggu setelah ruam menghilang.

Cara Mengobati Campak Jerman Dengan Cepat

Cara Mengobati Campak Jerman Dengan Cepat

Rubella atau campak jerman tidak membutuhkan penanganan medis khusus dari dokter. Penanganan dapat dilakukan di rumah dengan langkah-langkah sederhana. Tujuannya adalah untuk meringankan gejala dan bukan mempercepat penyembuhan rubella. Berikut ini beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.
  • Beristirahatlah sebanyak mungkin.
  • Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Mengurangi nyeri dan demam. Penderita dapat mengonsumsi parasetamol atau ibuprofen untuk menurunkan panas dan meredakan nyeri pada sendi.
  • Minum air hangat bercampur madu dan lemon untuk meredakan sakit tenggorokan dan hidung beringus.
Jika ada yang mengalami gejala-gejala campak jerman seperti disebutkan diatas dan ia sedang hamil, maka segeralah konsultasikan dengan dokter kandungan Anda.

Rubella biasanya ringan pada anak-anak, dan seringkali dapat dirawat di rumah. Monitor suhu anak Anda dan hubungi dokter jika demam naik terlalu tinggi.

Untuk meringankan ketidaknyamanan si kecil, Anda dapat memberikan acetaminophen atau ibuprofen untuk meringankan demam ataupun sakit kepala.

Pencegahan Campak Jerman

Untuk mencegah campak jerman dapat dilakukan dengan cara imunisasi atau vaksinasi. Selain vaksin, mencegah penularan dan penyebaran rubella juga penting. Cara-caranya meliputi:
  • Hindari kontak dengan penderita sebisa mungkin, khususnya untuk ibu hamil yang belum menerima vaksin MMR dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
  • Pindahkan penderita ke ruangan terpisah yang jauh dari anggota keluarga.
  • Menjaga kebersihan diri, misalnya selalu mencuci tangan sebelum makan, setelah bepergian, atau jika terjadi kontak dengan penderita.
Baca Juga: Gejala Campak Pada Anak Dan Pengobatannya
Itulah beberapa info penting yang dapat kami sampaikan berkenaan dengan campak jerman ini, semoga informasi yang kami bagikan ini dapat berguna bagi Anda yang membutuhkannya. Salam Sehat!

Jumat, 27 Mei 2016

Gejala Campak Pada Anak Dan Pengobatannya

Campak Pada Anak - Penyakit campak adalah salah satu penyakit yang cukup terkenal di masyarakat Indonesia, maka tak heran banyak sekali istilah untuk penyakit campak ini, misalnya gabagen (bahasa jawa), tampek, kerumut (bahasa Banjar), dan lain-lain (?).

Dalam bahasa medis, penyakit campak disebut dengan nama morbili, measles, atau rubeola merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular, umumnya mengenai anak-anak yang ditandai dengan demam, ruam (hampir) sekujur tubuh, batuk, pilek, mata merah, dan sakit tenggorokan.

Gejala Campak Pada Anak Dan Pengobatannya

Gejala Campak

Seorang anak rentan yang tertular virus campak, akan mengalami gejala campak setalah tujuh sampai 14 hari kemudian. Tanda dan gejala yang menjadi ciri ciri campak mencakup:
  • Demam Batuk kering Hidung Ingusan (pilek)
  • Sakit tenggorokan
  • Mata merah meradang (konjungtivitis)
  • Peka terhadap cahaya
  • Diare Koplik’s spot (Bintik-bintik kecil berwarna putih dengan warna putih kebiruan di tengahnya, di temukan pada lapisan dalam pipi)
  • Ruam kulit berwarna merah kecil-kecil rapat dan merata, hampir seluruh tubuh.
Untuk mempermudah mengingat tanda dan gejala campak, maka disingkat sebagai 3C, yaitu Cough (batuk), Coryza (peradangan selaput mukosa), dan Conjunctivitis (mata merah meradang) atau ada juga yang mengartikan C yang terakhir dengan Koplik’s spots.

Gejala gejala campak diatas muncul secara berurutan, yang memakan waktu tiga hingga empat minggu. Berikut urutannya:
  • Fase Inkubasi
Selama 7 hingga 14 hari setelah seorang anak yang rentan terpapar virus campak. Tidak ada gejala apapun pada tahap ini.
  • Gejala nonspesifik
Campak umumnya dimulai dengan demam ringan sampai sedang, sering disertai dengan batuk terus-menerus, pilek, radang mata (konjungtivitis), sakit tenggorokan serta diare. Penyakit yang relatif ringan ini bisa berlangsung dua atau tiga hari.
  • Penyakit akut dan ruam
Ruam terdiri dari bintik-bintik merah kecil, beberapa di antaranya sedikit menimbul. Ruam campak di mulai dari wajah, terutama di belakang telinga dan di sepanjang garis rambut. Beberapa hari kemudian, ruam menyebar ke lengan dan badan, lalu ke paha hingga kaki. Pada saat yang sama, demam meningkat tajam, seringkali hingga mencapai 40 C.
  • Masa Penularan
Siapa saja yang mengalami penyakit campak ini akan dapat menyebarkan virus ke orang sekelilingnya selama sekitar 8 hari, yaitu 4 hari sebelum ruam muncul dan 4 hari setelah ruam muncul.

Ingat gejala campak di atas, jangan salah, karena ada yang mirip yaitu campak jerman atau rubella.

Penyebab Campak

Campak, rubeola, atau measles adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular (infeksius) sejak awal masa prodromal, yaitu kisaran 4 hari pertama sejak munculnya ruam. Campak disebabkan paramiksovirus (virus campak). Penularan virus campak terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease). Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala campak muncul.

Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi dan infeksi aktif. Kekebalan pasif diperoleh seorang bayi yang lahir dari ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah: bayi berumur lebih dari 1 tahun, bayi yang tidak mendapatkan imunisasi campak, remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi campak kedua.

Pengobatan Campak Pada Anak

Tidak ada pengobatan khusus untuk campak pada anak. Anak sebaiknya menjalani tirah baring. Untuk menurunkan demam, diberikan asetaminofen atau ibuprofen. Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik. Selain itu, penderita campak juga disarankan istirahat minimal 10 hari dan makan makanan bergizi agar kekebalan tubuh meningkat.

Gejala Campak Pada Anak Dan Pengobatannya

Pencegahan Campak

Karena penyakit campak ini sangat menular, maka jika ada yang menderita campak harus berhati-hati, berikut cara mencegahnya:  
  • Isolasi
Karena campak sangat menular sekitar empat hari sebelum muncul ruan sampai empat hari setelahnya, maka penderita campak sebaiknya tidak kembali ke kegiatan di mana mereka berinteraksi dengan orang lain. Hal ini untuk melindungi teman ataupun keluarga agar tidak tertular campak terutama bagi mereka yang belum di imunisasi campak.
  • Vaksinasi
Vaksinasi atau imunisasi campak termasuk program imunisasi wajib, diberikan kepada bayi di atas enam bulan. Di indonesia imunisasi campak umumnya diberikan pada usia 9 bulan. Dengan imunisasi campak ini diharapkan dapat mencegah anak agar tidak terkena penyakit campak, atau setidaknya dapat mengurangi risiko komplikasi (campak yang berat) jika ternyata tetap terkena penyakit campak.
Baca juga: Campak Pada Bayi Dan Penanganannya
Obat penurun panas mungkin bisa menurunkan demam yang disebabkan oleh infeksi virus morbili. Akan tetapi, karena ia merupakan penyakit yang disebabkan virus, antibiotik dan obat-obatan lain tidak dapat menyembuhkannya. Bila terinfeksi penyakit yang disebabkan virus, tubuh harus melawannya sendiri. Karena itu, cara paling efektif untuk melindungi diri dari infeksi campak pada anak adalah dengan membentuk imunitas dengan imunisasi. Sekian...